Sosiologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman
Nama : Dimas Misbahul Munir
NIM : 206111023
Kelas :
206111023
Resume Sosiologi Sebagai
Pendekatan Kajian Keislaman
A.
Pengertian
sosiologi
Sosiologi berasal dari dua kata
dasar, yakni socius dari bahasa Latin yang berarti teman atau sesama dan logos
dari bahasa Yunani yang berarti ilmu (Abbercombie, 1984:232). Secara harafiah
sosiologi berarti ilmu tentang hidup bersama atau ilmu tentang hidup
bermasyarakat. Tetapi definisi ini tentu saja tidak bisa memuaskan semua orang
karena sosiologi tidak cuma membuat studi tentang masyarakat yang bersifat
makro melainkan juga tentang tindakan-tindakan dan prilaku-pilaku sosial yang
bersifat mikro. Sebagaimana akan nampak dalam halaman-halaman berikut buku ini,
didalam sosiologi ada pandangan yang berbeda-beda mengenai substansi dari
sosiologi.
Menurut H. Goddijn W menyatakan
bahwa sosiologi agama adalah bagian dari sosiologi umum yang mempelajari suatu
ilmu budayaempiris, profane dan positif yang menuju kepaada pengetahuan umum,
jernih dan pasti dari struktur-struktur, fungsi-fungsi, gejala-gejala dan
perubahan-perubahan kelompok keagamaan untuk kepentingan agama dan masyarakat.
B.
Pengertian
Masyarakat Madani
Konsep Masyarakat Madani” merupakan
penerjemahan atau pengislaman konsep “civil society”. Orang yang pertama kali
mengungkapkan istilah ini tahun 1995 adalah Anwar Ibrahim dan dikembangkan di
Indonesia oleh Nurcholish Madjid. Pemaknaan civil society sebagai Masyarakat
madani merujuk pada konsep dan bentuk Masyarakat Madinah yang dibangun Nabi
Muhammad.
Masyarakat Madani (civil society)
adalah masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai peradaban, yaitu masyarakat
yang meletakan prinsip-prinsip nilai dasar masyarakat yang harmonis dan
seimbang.Masyarakat madani adalah sebuah tatanan masyarakat sipil (civil
society) yang mandiri dan demokratis, masyarakat madani lahir dari proses
penyemaian demokrasi, hubungan keduanya ibarat ikan dengan air.
C.
Konsep
Masyarakat Madani
Konsep MasyarakatSipil Menurut Islam Masyarakat Madani adalah
masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta
masyarakat yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Penjelasan mengenai pengertian masyarakat madani sudah kita bahas,
sekarang kita bahas ciri-ciri dari masyarakat madani itu sendiri. Setidaknya
ada sepuluh ciri masayarakat madani, yaitu:
·
Menjunjung
tinggi nilai, norma, dan hukum yang ditopang oleh iman dan teknologi.
·
Mempunyai
peradaban yang tinggi ( beradab ).
·
Mengedepankan
kesederajatan dan transparasi ( keterbukaan ).
·
Free
public sphere (ruang publik yang bebas)
Salah satu pemikir Muslim yang konsen mengulas konsep ummat adalah
Ali Syariati. Menurutnya, konsep ummat memiliki keunggulan muatan makna, yaitu
makna kemanusiaan yang dinamis, bukan entitas beku dan statis. Ummat menurutnya
berasal dari kata amma, artinya bermaksud dan berniat keras.Pengertian ini
memuat tiga makna, yaitu gerakan, tujuan dan ketetapan hati yang sadar
Masyarakat Sipil dan Konsep Ummat Dalam Islam, makna civil society banyak
diartikan sebagai ummat atau masyarakat madani. Secara umum dalam dunia
pemikiran Islam, makna civil societylebih sering disepadankan dengan kata ummat
karena beberapa hal. Pertamadilihat dari segi arti, ummat paling tidak mengandung
tiga arti: 1. Suatu golongan manusia (jama’ah) 2. Setiap kelompok manusia yang
dinisbatkan kepada seorang Nabi, dan 3. Setiap generasi manusia sebagai satu
umat.



Komentar
Posting Komentar