Tafsir Tematik Pendidikan, Pembangunan Karakter, Dan Pengembangan SDM

 Tafsir Tematik Pendidikan, Pembangunan Karakter, dan Pengembangan SDM



Dimas Misbahul Munir 206111023 SI 1A

Pengertian Metode Pendidikan Islam 

Secara etimologi, kata ini berasal dari dua kata, yaitu meta dan hodos. Meta berarti melalui dan hodos berarti jalan atau cara. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata metode diartikan sebagai cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

Berikut ini ada beberapa definisi lagi yang dikemukakan oleh para ahli.

1.Muhammad Athiyah Al-Abrasyi mendefinisikan metode sebagai jalan yang kita ikuti untuk memberi pemahaman kepada murid-murid dalam segala macam pelajaran. Jadi, metode juga merupakan rencana yang kita buat untuk diri kita sebelum kita memasuki kelas.

2.Abdurrahim Ghunaimah menyebut metode sebagai cara-cara yang diikuti oleh guru untuk menyampaikan sesuatu kepada anak didik.

3.Edgar Bruce Wesley mendefinisikan metode sebagai kegiatan terarah bagi guru yang menyebabkan terjadinya proses belajar mengajar yang berkesan. Kata metode disini diartikan secara luas. Oleh sebab ini, kata ini dapat didefinisikan dengan prosedur umum dalam penyampaian materi untuk mencapai tujuan pendidikan yang didasarkan atas asumsi tertentu tentang hakikat Islam sebagai supra sistem.

Metode pendidikan yang berdasarkan metode Al-qur'an dan hadits

1. Metode Hiwar ( Percakapan )

Metode hiwar adalah percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih mengenai suatu topik dan sengaja diarahkan pada satu tujuan yang dikehendaki oleh pendidikan.Jenis-jenis hiwar ada 5 macam yaitu sebagai berikut:

1.Hiwar Khitabi merupakan dialog yang diambil dari dialog antara Tuhan dan hamba-Nya.

2.Hiwar Washfi, yaitu dialog antara Tuhan dan makhluk-Nya. Misalnya surah Al-Baqarah ayat 30-31.

3.Qishashi adalah percakapan yang baik bentuk maupun rangkaian ceritanya sangat jelas. Hiwar ini merupakan bagaian dari uslub kisah dalam Al-Qur'an. Misalnya, kisah Syu'aib dan kaumnya yang terdapat dalam surah Hud ayat 84-85.

4.Hiwar Jadali adalah hiwar yang bertujuan untuk memantapkan hujjah, baik dalam rangka menegakkan kebenaran maupun menolak kebathilan

5.Hiwar Nabawi adalah hiwar yang digunakan oleh Nabi dalam mendidik sahabat-sahabatnya.

2. Metode Kisah Qurani dan Nabawi

Metode ini merupakan penyajian bahan pembelajaran yang menampilkan cerita-cerita yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi saw. Kisah Qurani bukan semata-mata karya seni yang indah, tetapi juga mendidik umat agar beriman kepada-Nya.

3. Metode Amtsal Al-Qurani (perumpamaan)

 Metode ini merupakan penyajian bahan pembelajaran dengan mengangkat perumpamaan yang ada dalam Al-Qur'an. Metode ini mempermudah peserta didik dalam memahami konsep yang abstrak.

4. Metode keteladanan (uswah hasanah)

 Metode ini memberikan keteladanan atau contoh yang baik kepada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini secara sederhana merupakan cara memberikan contoh teladan yang baik, tidak hanya memberi di dalam kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

5. Metode Pembiasaan

 Metode Pembiasaan adalah membiasakan peserta didik untuk melakukan sesuatu sejak ia lahir. Inti dari pembiasaan ini adalah pengulangan. Jadi, sesuatu yang dilakukan peserta didik hari ini akan diulang keesokan harinya dan begitu seterusnya.

6. Metode Ibrah dan mau'izhah

 Metode ibrah adalah penyajian bahan pembelajaran yang bertujuan melatih daya nalar pembelajar dalam menangkap makna terselubung dari suatu pemyataan atau kondisi psikis yang menyampaikan manusia kepada intisari sesuatu yang disaksikan.

7. Metode targhib dan tarhib

 Metode targhib adalah penyajian pembelajaran dalam konteks kebahagiaan hidup akhirat. Targhib berarti janji Allah terhadap kesenangan dan kenikmatan akhirat yang disertai bujukan.

 Tujuan Pendidikan Menurut Al-Quran

1. Hamba Allah

 Kata’abd mengandung pengertian nahwa, yakni ibadah dalam makna penyerahan diri terhadap hukum-hukum Allah Swt yang menciptakannya. Melalui kata ‘abd, Allah Swt ingin menunjukkan salah satu kedudukan manusia sebagai hamba Allah mengemban tugas-tugas peribadatan.

2. Khalifah fi al-Ardh

 Kata khalifah berasal dari fi’il madhi khalafa yang berarti mengganti dan melanjutkan. Bila pengertian tersebut ditarik pada pengertian khalifah, maka dalam konteks ini artinya lebih cenderung kepada pengertian mengganti, yaitu proses pergantian antara individu dengan individu lain.

3. Membina dan Mengembangkan Fitrah Manusia

 Fitrah merupakan anugrah Allah yang diberikan kepada manusia. Para pakar Islam mencoba memformulasikan makna fitrah, dan tiap-tiap formulasi yang dihasilkan melalui kajian dan argumentasi yang kuat.

4. Rahmatan lil’alamiin

 Mewujudkan rahmat bagi seluruh alam merupakan tujuan pendidikan jangka panjang, Firman Allah Q.S 21 [al-Anbiya’]: 107;

      وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

 Ayat ini menjelaskan bahwa penciptaan manusia yang direpresentasikan oleh Muhammad SAW (dalam ayat ini) serta pengikutnya bertujuan untuk menjaga alam karena kedudukannya merupakan rahmat bagi seluruh alam.

5. Untuk Memperoleh Kesejahteraan Dunia dan Kesejahteraan Akhirat

 Al-Baqarah [2] : 201;

    وَمِنۡهُمۡ مَّنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

 Yang dimohonkan dalam ayat ini yang menjadi tujuan hidup manusia, sekaligus menjadi tujuan pendidikan. Bermacam-macam penafsiran ulama tentang makna hasanah di dunia dan hasanah di akhirat.

B. Manajemen Sumber Daya Alam

Secara etimologi, Manajemen SDM merupakan penggabungan dua konsep yang secara maknawi memiliki pengertian yang berbeda. Kedua konsep tersebut adalah manajemen dan sumber daya alam.

Contoh manajemen SDM Nabi

 Suatu ketika ada seorang sahabat (Abu Dzar) yang belum mendapat tugas, datang bertanya kepada Nabi Muhammad, mengapa ia tidak mendapat tugas (amanah) sementara sahabat-sahabat yang lain ada yang ditunjuk menjadi gubemur (Mu'adz ibn Jabal ), bendahara Negara ("Umar ibn Khaththab), panglima perang (Khalid ibn Walid), dan lain-lain. Nabi Muhummad mengatakan," Fisik engkau sangat lemah sehingga tidak sanggup jika dibebani tugas-tugas benut seperti yang diberikan kepada mereka.

Manajemen SDM Nabi Muhammad SAW dan Khulafahurrasyidin

Kehidupan rasulullah SAW dan masyarakat muslim di masa beliau adalah teladan yang paling baik implementasi islam, termasuk dalam bidang manajemen Pendidikan islam .bahwa beliau bener-bener teliti dalam menempatkan seseorang dilihat dari mampu atau tidaknya menyelesaikan suatu amanah yang diberikannya khusus dalam bidang manajeman.

Wilayah kajian manajemen SDM

Beberapa kajian referensi kajian manajeman sumber daya manusia khususnya dalam wilayah kajian manajeman sumber daya manusia khusunya dalam wilayah Pendidikan islam yaitu :

1.bidang pekerjaan dalam MSDM.

2.perolehan dan penmpatan sumber daya manusia \

3.pengembangan sumber daya manusia pengembangan SDM yang membawa misi memberikan arah baru dalam perubahan

C. Pengembangan Karakter

Pengertian Karakter

Secara etimologi, istilah karakter berasal dari bahasa latin character, yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian, dan akhlak. Keterkaitan antara fitrah, karakter dan perilaku sebagai suatu proses berawal dari fitrah manusia yang mengandung sifat-sifat dasar yang diberikan oleh tuhan dan merupakan potensi yang dapat memncar dan ditumbuhkembangkan.

Beberapa Karakter-Karakter Utama

 Pendidikan karakter yang dibutuhkan tidak hanya sekedar membangun karakter biasa, melainkan karakter utama yang melandasi karakter-karakter lainnya. Berikut ini karakter-karakter utama yang dibutuhkan, yaitu :

1. Tabah dan Pantang Menyerah

 Kata tabah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia identik dengan sabar, sedangkan kata pantang menyerah dapat dimaknai suatu sikap ketika seseorang tidak mau begitu saja menyerah terhadap sesuatu. Kata sabar dan derivasinya terulang sebanyak seratus empat kali di dalam Al-Qur’an. Ibnu Manzur dalam Lisaanul ‘Arab, menyebutkan 3 dasar dari kata tersebut :

 a,.Tidak tergesa-gera. Karena Allah tidak tergesa-gesa mengazab hamba-Nya yang berbuat dosa.

 b. Bertahan dalam kondisi sulit

 c. Menahan diri

2. Istiqomah

 Kata Istiqamah berarti alan lurus yang berada di tengah, tidak melenceng ke kanan maupun ke kiri, lawan katanya adalah i’wijaj (garis bengkok). Istilah dipinjam untuk menunjukkan jalan yang benar, yang diistilahkan oleh Al-Quran sebagai as-sirat al mustaqim.

3. Integritas

 Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai mutu, sifat atau keadaan yan menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

 Dalam beberapa ayat, integritas serinkali dihadapkan dengan kemunafikan, misalnya dalam firman Allah Swt ( Q.S Al-Munafiqun/63:4)

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Artinya : “Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?”

4. Profesionalisme

 Makna Profesionalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indoneisa adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi. Akhlak Islam yang di ajarkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW, memiliki sifat-sifat yang dapat dijadikan landasan bagi pengembangan profesionalisme. Profesionalisme merupakan ciri abad modern yang juga menjadi ciri negara maju.

Opini Pribadi

Menurut saya tafsir tematik pendidikan, pembangunan karakter, dan pengembangan sumber daya manusia memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia. metode pendidikan islam harus disebarkan kepada generasi milenial agar tidak buta dalam memahami agama. serta pendidikan karakter tak kalah pentingnya bagi generasi milenial, karena untuk membentuk bangsa yang hebat membutuhkan karakter yang hebat dari warga negaranya, serta pengelolaan sumber daya manusia juga penting untuk membentuk seseorang yang berkualitas.

Komentar

Postingan Populer