PEWAHYUAN Dan PEMELIHARAAN AL-QUR’AN

 

Dimas Misbahul Munir 206111023 Al-Qur’an SI 1A

 


Pewahyuan alquran:

Wahyu adalah petunjuk yang disampaikan secara sembunyi sembunyi/hubungan ghaib antara aalah dan pengikutnya.

 

Bentuk bentuk wahyu:

1.Menambatkan makna isi alquran dalam hati rasulullah.

2.Menyampaikan wahyu kepada rasulullah dari balik hijab.

3,Perantara malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu,

 

Proses turunnya alquran:

-diturunkan secara global:Turunnya ilmu allah kedalam hati rasulullah

-diturunkan secara bertahap :Turunnya lafadz alqiran secara berkelanjutan serta sesuai  dengan perkembangan zaman.

 

Hikmah Diturunkannya Al-Quran Secara Bertahap:

1.Mengiringi perjalanan dakwah rasul selama 23 tahun.

2.Memberi semangat batiniah bagi kelanjutan dakwah rasul.

3.Al Quran membantu rasul terhadap cobaan kaum musyrik.

4.Sebagai perundang undangan,Syariah dan perincian.

5.Pemutus hokum,pengangkat perselisihan dan pembeda yang hak dan bathil.

6.Sebagai risalah pembenar risalah risalah sebelumnya.

 

 

 

Tujuan Diturunkannya Al-Qur’an

1,sebagai peringatan.

2,sebagai contoh,ibrah dan pelajaran.

 

Pemeliharaan Al-Qur’an Masa Nabi

 

1.Hafalan:

a.Al-Quran berisi aturan hidup yang harus dijalankan.

b.Al-Quran tanda keagungan Allah.

c.Kedudukan terhormat para huffadz.

 

2. Tulisan

1.’Usub(pelepah kurma yang dipisah dari batangnya)

2.Al-Likhaf(lempengan batu halus)

3Al-al-Riqa’(daun/kulit pohon tertentu)

4.Al-Aqtab(papan yang digunakan pada punggung onta sebagai penyangga)

5.Qitha’ al-Adim(potongan kulit onta/kambing

 

Juru Tulis Al-Qur’an di Masa Nabi

1.Abu Bakar Ash shidiq            5.Zaid bin Tsabit

2.Umar bin Khattab                  6.Ubay bin Ka’ab

3.Usman bin affan                    7.Muadz bin Jabal

4.Ali Bin Abi Thalib                8.Muawiyah bin Abi Sufyan

 

 

 

 

Pemeliharaan Al-Qur’an Masa Abu bakar Ash Shiddiq

 

-selepas perang riddah

a.para sahabat penghafal Al Quran Syahid.

b.Meminta Zaid bin Tsabit mengumpulkan Al-Qur’an.

c.setiap helai Alquran di ikat dengan benang.

d.Lembaran disimpan di rumah umar bin khattab.

e.dipindahkan ke rumah hafsah.

 

Pemeliharaan Al-Qur’an Masa Umar bin Khattab

1.Mengurai prinsip dan kandungannya.

2.Menggalakkan kegiatan ilmu.

3.Umat islam diminta mengafal surat surat,

4.Memprakarsai Pembukuan Al-Quran.

5.Menghantar guru guru mengajar al qu.ran di masjid.

 

Pemeliharaan Al-Qur’an Masa Ustman bin Affan

1.khalifah memandang perlu memasyaratkan mushaf alquran.

2.dibentuk panitia penulis mushaf.

3.Proses penulisan dan penggandaan.

4.dikirim ke kufah,Bashraf,Syam dan di simpan di Madinah.

 

 Proses Penulisan

Ketentuan penulisan yang ditetapkan oleh Utsman bin affan:

1.               1.Tidak boleh menulis sesuatu kecuali benar teliti.

2.Dipastikan bahwa yang akan ditulis adalah ayat alquran.

3.Ayat yang akan ditulis dipastikan bukan ayat yang dihapus.

4.Tidak menulis sesuatu kecuali para shahabat mengakui kebenaran ayat al quran.

5.Jika ada perbedaan pendapat, ditulis dengan dialek orang Quraisy.

6.Benar benar dihafal para sahabat secara mutawatir.

7. Ayat yang hanya dibaca  dengan satu macam qiraat harus ditulis dengan rasm yang hanya menunjuk pada satu bacaan.

8.Ayat yang hanya dibaca  dengan beberapa bacaan maka ditulis dengan rasm yang dapat mewakili semua bacaan bacaan.

9.Jika ada ayat yang boleh dibaca dengan beberapa macam bcaan namun tidak ada rasm yang dapat mewakili semua , maka ditulis dengan ragam bacaan yang memungkinkan dibaca seperti itu.

 

USAHA LANJUTAN PENYENPURNAAB MUSHAF USTMANI

1.Pemberian harakat titik diatas sebagai fathah dan titik dibawah sebagai kasrah oleh Abu al-Aswad ad-Du’ali.

2.Penyempuranaan usaha sebelumnya dengan memberi titik pada semua huruf al quran yang dianggap penting untuk diberi harakat oleh Nashr bin ‘Ashim.

3.Khalil bin ahmad mengganti tanda baca fathah dengan alip kecil,kasrah dengan ya’ kecil , dan dhammah dengan wawu kecil, mim kecil diatas sebagai tanda sukun dan bacaan mad.

4.Pemberian nomor ayat,tanda waqaf, batas pangkal surat,jenis surat makiyah/madaniyyah dan lainnya sehingga jadilah mushaf seperti yang ada sekarang ini.


Terpeliharanya Orisinalitas Al-Quran

1.Setiap ayat turun selalu ditulis oleh kuttab al wahyi.

2.Kegiata tulis menulis telah ada dikalanagn bangsa arab.

3.Dihafalkan oleh rasulullah dan para sahabat.

4.Bacaan rutin umat islam.


Faedah dan Tujuan Pembukuan Al-Quran

1.Menyatukan dan menyeragamkan tulisan dan ejaan serta bacaan al quran bagi seluruh umat silam.

2.Agar umat islam berpegang pada mushaf yang disusun secara sempurna.

3.Mempersatukan urutan susunan surat surat dalam Al-Qur’an sesuai dengan petunjuk Rasulullah.

 

 

 

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer