AYAT DAN SURAT DALAM AL-QUR’AN

                            AYAT DAN SURAT DALAM AL-QUR’AN


DIMAS MISBAHUL MUNIR 206111023 RESUME

 PENGERTIAN AYAT DAN SURAT

Ayat (آية ʾāyatun, jamak Ayat آيات ʾāyātun) adalah kata dalam bahasa Arab untuk tanda atau keajaiban. Ayat (bahasa Arab: آیة) secara teknis adalah kalimat-kalimat yang membentuk Alquran dengan urutan-urutan tertentu dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya dan akan membentuk surah-surah Alquran

Ada dua jenis ayat dibagi menurut maknanya:

1.Ayat Muhkamat yakni ayat dengan makna jelas dan langsung.

2.Ayat Mutasyabihat yakni dengan makna samar, ambigu atau memiliki makna lain, yang membutuhkan penafsiran menggunakan ayat lain atau hadits penjelas[1].

Surah (bahasa Arab: السورة, translit. al-sūrah, har. 'pagar') adalah pembagian yang terdapat di dalam Al-Qur'an.Al-Qur'an dibagi menjadi 114 bab yang disebut "surah".[2]Surah (bahasa Arab: سورة) secara teknis dan terminologis adalah potongan dari Alquran yang mengandung kesatuan isi, mempunyai awal dan akhir. Alquran terdiri dari 114 surah. Surah pertama adalah surah Al-Fatihah dan surah terakhir adalah surah An-Nas.


PENJELASAN MUTASYABIHAT DAN MUHKAMAT

·         Mutasyabihat,

Ayat mutasyaabihat juga disebut sebagai ayat yang samar – samar. Biasanya, ayat mutasyaabihat sering berkaitan dengan sifat Allah. Dimana kita tidak bisa memahami hal tersebut secara literal dan mentah. Karena, jika dimaknai secara literal, akan memberikan kesan bahwa Allah memiliki kekurangan yang sama dengan makhluk-Nya. Salah satu contoh ayat mutasyaabihat adalah ayat yang menjelaskan tentang keberadaan Allah.;[1]

Dalam surat Thaha ayat 5 disebutkan bahwa Allah ber-istiwa di atas Arsy.

الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ

Artinya “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy.”
(Q.S AT THAHA : 5)[2]

 

·         Muhkamat,

ayat muhkamat adalah ayat – ayat yang memiliki arti yang pasti dan tidak samar – samar. Artinya, pemahaman ayat muhkamat adalah pemahaman yang tidak meragukan.
Sebagai contoh, jika bicara mengenai keberadaan Allah, maka pemahamannya akan didasarkan pada firman Allah pada surat asy-Syura ayat 11, yaitu :“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia”.[3]

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًاۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya “(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Q.S AS SYURA : 11)[4]


JUMLAH AYAT DAN SURAH DALAM AL-QUR’AN

Para ulama sepakat mengatakan bahwa jumlah ayat al-Qur’an lebih dari 6.200 ayat. Namun berapa ayat lebihnya, mereka masih berselisih pendapat. Menurut Nafi’ yang merupakan ulama Madinah, jumlah tepatnya adalah 6.217 ayat. Sedangkan Syaibah yang juga ulama Madinah, jumlah tepatnya 6214 ayat. Lain lagi dengan pendapat Abu Ja’far, meski juga merupakan ulama Madinah, beliau mengatakan bahwa jumlah tepatnya 6.210 ayat.
Menurut Ibnu Katsir, ulama Makkah mengatakan jumlahnya 6.220 ayat. Lalu ‘Ashim yang merupakan ulama Bashrah mengatakan bahwa jumlahnya jumlah ayat al-Quran ialah 6205 ayat. Hamzah yang merupakan ulama Kufah sebagaimana yang diriwayatkan mengatakan bahwa jumlahnya 6.236 ayat. Dan pendapat ulama Syria sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yahya Ibn al-Harits mengatakan bahwajumlahnya 6.226 ayat.
Berapa jumlah ayat Quran yang sebenarnya?

Mari kita hitung: Mulai dari Surah Fatihah yang diakhiri dengan nomor 7. Itu adalah jumlah ayat bagi surah tersebut. Kemudian pergi ke ujung surah 2 (Al-Baqarah) dan bertemu pula dengan angka 286. Teruskanlah, surah demi surah, hingga ke hujung surah terakhir, yaitu surah yang ke-114. Jumlahkan kesemua angka itu, dan jumlah yang didapati adalah jumlah ayat-ayat Alqur’an yang sebenarnya

AYAT PERTAMA TURUN DAN TERAKHIR TURUN

Surah Al-'Alaq merupakan surah yang pertama kali diturunkan pada Rasulullah SAW di gua hira. Surah ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Yang pertama kali di turunkan ayat 1-5 [1];[2][3]

Pendapat yang menyebut bahwa ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAWitu adalah ayat riba yang termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 278.[4]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَذَرُوا۟ مَا بَقِىَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S Al-baqarah : 278)[5]


Pendapat lain mengatakan bahwa yang terakhir turun adalah ayat 281 dari surah al baqarah.

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Artinya "Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)". (Al-Baqarah: ayat 281)[6]


PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK AYAT/SURAT MAKIYYAH DAN MADNIYAH

·         Pengertian dan karakteristik makkiyah

Makkiyah adalah ayat-ayat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Surah-surah Makiyyah turun selama 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, dimulai pada 17 Ramadhan (Februari 610 M), saat Nabi berusia 40 tahun.[1]

Untuk membedakan makki dan madani, para ulama mempunyai tiga pandangan yang masing-masing mempunyai dasarnya sendiri. Dari segi waktu turunnya.

-          -Makkiyah : Yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di mekah.

-          -Makkiyah : Yang diturunkan di makah dan sekitarnya seperti, mina, arafah, dan hudaibiyah.

-          -Makkiyah : Ialah yang seruanya ditujukan kepada penduduk makkah[2]

·         Pengertian dan karakteristik madaniyah

Madaniyah adalah istilah yang diberikan kepada ayat Al Qur'an yang diturunkan di Madinah atau diturunkan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

-        -  Madaniyah : Yang diturunkan sesudah hijrah sekalipun bukan di madinah.

-          -Madaniyah : Yang diturunkan di madinah dan sekitarnya seperti, uhud, quba, dan sil.

-          -Madaniyah : Ialah yang seruanya ditujukan kepada penduduk madinah.[3]

Surah-surah Makkiyah dan Madaniyah (bahasa Arab: السور المکیة و المدنیة) adalah sebuah istilah dan ungkapan di bidang jurusan Ulumul Quran dan sebagian dari cabang-cabang kajian Islam dan yang dimaksud darinya adalah dua bagian dari surah-surah Alquran yang berkaitan dengan tempat penurunannya. Mekah dan Madinah adalah dua tempat turunnya ayat-ayat Alquran al-Karim dan mengenal ayat-ayat yang turun di dua kota ini termasuk dari kekhawatiran umat Islam sejak abad-abad permulaan hingga hari ini dan menyebabkan munculnya sebuah ilmu baru dengan nama "Ilmu al-Makki wa al-Madani".[4]

·         CIRI – CIRI DARI SURAH MAKKIYAH

1.Ayat yang jika dibaca, maka disunnahkan kepada pembaca dan pendengarnya untuk melakukan sujud (ayat Sajdah)

2.Kata kallaa (disebut 33 kali)

3.Frasa yaa ayyuha an-naas dan sebaliknya, tidak ada yaa ayyuha alladziina aamanu (kecuali surah al-Haj)

4.Kisah nabi-nabi dan umat-umat terdahulu (kecuali surah al-Baqarah)

5.Kisah Nabi Adam AS dan Iblis (kecuali surah al-Baqarah)[5]

6.Pembukaan surah berupa huruf-huruf lepas, seperti qaf, shad, alif-lam-mim-ra, alif-lam-mim (kecuali surah al-Baqarah dan surah Ali Imran)

·         CIRI – CIRI YANG DOMINAN DARI SURAT/AYAT MAKKIYAH

1.Ayat dan surahnya pendek-pendek

2.Ungkapannya keras, cenderung puitis, menyentuh hati

3.Banyak terdapat kesamaan bunyi

4.Banyak menggunakan huruf qasam (sumpah)

5.Banyak kecaman kepada kaum musyrik

6.Penekanan pada dasar-dasar keimanan kepada Allah dan Hari Akhir, serta penggambaran surga dan neraka

7.Banyak tuntunan mengenai akhlaq al-karimah (akhlak yang baik)

·         CIRI-CIRI DARI SURAH MADANIYYAH

1.Izin untuk perang dan hukum-hukumnya

2.Rincian hukum tentang hudud, ibadah, undang-undang sipil, sosial, dan hubungan antar-negara

3.Penyebutan tentang kaum munafik (kecuali surah al-Ankabut)

4.Penyebutan tentang ahli kitab

 

·         CIRI – CIRI YANG DOMINAN  DARI SURAT/AYAT MADANIYYAH

1.Ayat dan surahnya panjang-panjang.

2.Ungkapannya tenang, cenderung prosais, yang ditujunya adalah akal pikiran

3.Banyak mengemukakan bukti dan argumentasi mengenai kebenaran-kebenaran agama.[6]



Komentar

Postingan Populer